Contoh KPI untuk Bagian IT dan Interna Audit

Diposting pada

Konsultan KPI – Suatu perusahaan kebanyakan terdiri berasal dari lebih dari satu bagian yang punyai fungsi serta tugasnya masing-masing. Sebagai pemilik perusahaan, Anda mesti mencermati setiap bagian berasal dari perusahaan yang Anda punyai agar performa perusahaan secara total mampu senantiasa terjaga atau apalagi mampu ditingkatkan. Anda juga mesti memecahkan masalah yang terlihat terhadap tiap bagian didalam perusahaan Anda agar setiap bagian didalam perusahaan mampu beri tambahan kontribusi yang optimal untuk kemajuan perusahaan secara keseluruhan.

Salah satu bagian yang punyai peran yang memadai perlu didalam suatu perusahaan adalah bagian IT. Secara umum, bagian IT didalam suatu perusahaan kebanyakan bergerak di bidang yang ada hubungannya dengan teknologi komunikasi. Seperti juga bagian perusahaan lainnya, perlu bagi Anda untuk mencermati serta menaikkan performa bagian IT didalam perusahaan Anda agar bagian ini mampu berfaedah secara lebih optimal.

Untuk mengukur performa bagian IT didalam perusahaan Anda, ada lebih dari satu metode yang mampu Anda gunakan. Salah satu metode pengukuran performa terhadap perusahaan yang telah memadai lazim digunakan adalah metode pengukuran dengan memanfaatkan KPI. Pada dasarnya, KPI mampu digunakan untuk mengukur performa perusahaan secara total dan mengukur performa bagian-bagian didalam perusahaan, juga bagian IT.

Dalam mengukur performa bagian IT dengan memanfaatkan KPI, ada lebih dari satu variabel yang digunakan. Secara garis besar, KPI yang digunakan terhadap bagian IT untuk mengukur performa bagian ini kebanyakan digolongkan ke didalam dua group utama. Kelompok pertama adalah KPI untuk individu atau tim dan group kedua adalah KPI untuk sistem yang digunakan terhadap bagian IT. Kedua group KPI ini mirip pentingnya dan mesti diperhatikan untuk beroleh hasil pengukuran performa yang maksimal.

KPI untuk individu atau tim yang digunakan untuk mengukur performa bagian IT terdiri berasal dari lebih dari satu variabel. Variabel pertama yang digunakan untuk mengukur performa individu atau tim terhadap bagian IT adalah jumlah kebanyakan bantuan tekhnis yang diberikan per hari selama satu bulan. Variabel ini diukur berdasarkan hasil yang didapat terhadap tahun yang tengah berlangsung yang lantas dibandingkan dengan hasil yang didapat terhadap tahun lalu.

Variabel kedua yang digunakan untuk mengukur performa bagian IT adalah jumlah total bantuan tekhnis yang diberikan berbanding dengan jam kerja.

Variabel ini mampu menunjang Anda untuk sesuaikan jam kerja bagian IT dengan langkah mempertahankan standar produktivitas. Hasil pengukuran yang didapat terhadap tahun yang tengah berlangsung mesti dibandingkan dengan hasil pengukuran yang didapat terhadap tahun pada mulanya untuk melihat ada atau tidaknya peningkatan performa.

Bantuan tekhnis yang baru diciptakan serta bantuan tekhnis yang telah ada juga merupakan variabel perlu yang digunakan untuk mengukur KPI individu atau tim didalam bagian IT di perusahaan Anda.

Selain itu, variabel lain yang mesti digunakan dalam KPI untuk bagian IT adalah selagi umumnya yang dibutuhkan untuk selesaikan atau menambahkan dukungan teknis. Variabel ini diukur berdasarkan berapa banyak dukungan tehnis yang mampu diberikan dalam satu bulan.

Sementara itu, variabel yang digunakan terhadap KPI untuk proses yang digunakan terhadap bagian IT meliputi persentase kerja sistem, media penyimpanan produksi, energi tampung produksi, dan juga pemakaian kapasitas koneksi. Variabel-variabel ini digunakan untuk memaksimalkan kerja proses yang digunakan terhadap bagian IT dalam suatu perusahaan.

Selain itu, KPI untuk proses yang digunakan terhadap bagian IT terhitung akan mampu mendukung bagian IT untuk selesaikan semua kasus yang muncul, lebih-lebih masalah-masalah yang terkait dengan sistem.

Selain bagian IT, bagian lain yang terhitung tak kalah pentingnya dalam sebuah perusahaan adalah bagian Internal Audit. Anda terhitung mampu mengunakan KPI untuk mengukur performa bagian internal audit dalam perusahaan yang Anda miliki. Ada terhitung lebih dari satu tips yang mampu Anda pakai saat mengukur performa bagian internal audit terhadap perusahaan Anda dengan KPI.

Hal pertama yang sebaiknya Anda lakukan saat mengukur peforma bagian internal audit dengan pakai KPI adalah melaporkan selagi audit berdasarkan rasio pemakaian staf. Hal ini dinilai akan lebih efektif dibandingkan mencari selagi audit. Ketika dikerjakan analisis, Anda akan mampu mengidentifikasi apakah selagi audit udah digunakan secara maksimal atau belum.

Hal selanjutnya yang mesti Anda menyimak saat pakai KPI untuk mengukur performa bagian internal audit adalah pengukuran kualitas. Pada dasarnya, mutu merupakan suatu aspek yang tak mampu diukur. Cara mengukur mutu terhadap bagian internal audit dalam suatu perusahaan adalah dengan mengkalkulasi intensitas pemakaian sarana internal audit oleh manajemen.

Mengevaluasi keahlian karyawan bagian internal audit terhitung merupakan hal mutlak yang mesti dikerjakan saat pakai KPI untuk mengukur performa bagian internal audit dalam suatu perusahaan. Cara mengukur keahlian tim internal audit adalah dengan mencari selagi umumnya pengalaman audit, mengkalkulasi jumlah selagi pelatihan yang diberikan terhadap tiap auditor, mengkalkulasi jumlah sertifikasi yang dipegang oleh staf, dan juga kepemilikan tiap staf terhadap perusahaan.

Dengan menyimak aspek-aspek tersebut, Anda akan mampu mengevaluasi tingkat keahlian staf internal audit dalam perusahaan Anda secara lebih efektif dan efisien.

Hal lain yang sebaiknya Anda menyimak saat mengukur performa bagian internal audit dalam perusahaan Anda adalah pendokumentasian laporan audit. Sebelum Anda mengeluarkan laporan audit, menyimak jumlah pertemuan yang dikerjakan auditor dengan pemegang saham. Anda terhitung sebaiknya mengevaluasi hasil pertemuan tersebut sehingga Anda mampu menyusun laporan yang lebih memiliki kwalitas dan mampu digunakan secara lebih efektif.

Apabila Anda menemui kasus dalam bagian internal audit di perusahaan Anda, Anda mampu terhitung pakai KPI untuk merumuskan kasus sehingga Anda mampu memperoleh solusi yang pas untuk kasus tersebut. KPI terhitung mampu Anda pakai untuk merumuskan tujuan, baik obyek bagian IT maupun obyek bagian internal audit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *